Indonesia memiliki banyak UMKM yang membutuhkan proses yang panjang untuk menjalankannya namun seringkali ada yang keliru dalam UMKM yaitu tidak melakukan pencatatan keuangan. Yang dihitung adalah pengeluaran dan pemasukan secara kasar saja. Misalnya toko online yang hanya mencatat modal pembelian barang, hasil penjualan barang, dan cek ongkir yang dibutuhkan.
Apakah
UMKM Membutuhkan Pembukuan?
Mengembangkan UMKM bukanlah tugas yang
mudah. Ada beberapa strategi yang perlu Anda ikuti untuk tumbuh dan berhasil
dalam usaha kewirausahaan Anda. Salah satu metode yang harus digunakan
pengusaha adalah memahami akuntansi usaha kecil yang memerlukan kontrol lebih
besar atas pelaporan keuangan.
Sayangnya, beberapa pengusaha hanya fokus
pada kegiatan pemasaran dan pengembangan produk. Banyak pemilik bisnis merasa
bahwa akuntansi kurang penting. Padahal sebenarnya pencatatan keuangan untuk
UMKM sangatlah penting. Jadi apakah UMKM membutuhkan pembukuan, jawabannya
adalah iya. Ada banyak alasan mengapa UMKM membutuhkan pembukuan.
Alasan
Mengapa UMKM Membutuhkan Pembukuan
1. Menghitung Keuntungan dan Kerugian
Peran akuntansi pencatatan
keuangan dalam usaha kecil juga sangat penting dalam mengetahui besarnya untung
atau rugi dalam suatu usaha yang sedang dijalankan. Neraca dalam buku ini
menunjukkan kepada Anda apakah usaha yang dijalankan menghasilkan untung atau
rugi. Oleh karena itu, pengusaha harus mencatat setiap periode agar untung atau
rugi usaha dapat dengan mudah dihitung.
2. Menghitung Jumlah Transaksi
Alasan lain pencatatan
keuangan penting bagi usaha kecil adalah untuk mengetahui jumlah transaksi.
Tentu saja, beberapa bisnis memerlukan pencatatan untuk setiap toko dan Anda
dapat membuat catatan untuk memantau dengan cermat setiap toko di toko Anda dan
dengan mudah dengan melacak jumlah transaksi masuk dan keluar termasuk biaya
ongkir dengan cek ongkir jika terjadi penjualan online. Tentunya jumlah
transaksi diatur secara teratur dan jelas.
3. Membuat Perencanaan
Alasan utama akuntansi
penting untuk usaha kecil adalah dapat berfungsi sebagai perencana bisnis untuk
masa depan. Seluruh biaya proses produksi dan biaya operasional perusahaan
terlihat jelas melalui akun tersebut. Kurangnya pembukuan membuat para
pengusaha sulit untuk merencanakan bisnis ke depannya.
4. Menghitung Aset, Ekuitas dan Hutang
Aset, ekuitas, dan hutang
adalah ketiga hal yang juga penting dalam suatu usaha. Tingkat utang perusahaan
juga harus dipantau agar tidak menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, aset,
ekuitas, dan kewajiban dikendalikan dengan jelas. Sulit untuk mengetahui berapa
banyak aset, ekuitas, dan kewajiban yang dimiliki perusahaan tanpa pembukuan yang
jelas.
Jika pemilik bisnis tidak
mengetahui riwayat kreditnya, hal itu dapat berdampak buruk pada bisnis yang
dia operasikan. Akuntansi memungkinkan perusahaan untuk menentukan berapa
banyak hutangnya. Jatuh tempo pinjaman juga disebutkan dalam buku. Dan juga ada
berapa modal dan aset yang dimiliki.
5. Penilaian Usaha
Akuntansi sangat penting
sebagai alat evaluasi bagi usaha kecil. Kegiatan ini dinilai berhasil dari segi
jumlah barang yang terjual. Meskipun penjualan dapat ditentukan dari jumlah
barang yang dijual, namun peran akuntansi sangat penting dalam memperoleh
informasi tentang transaksi keuangan dalam suatu bisnis.
Akuntansi ini menyediakan
alat untuk mengevaluasi dan mendokumentasikan berbagai jenis transaksi keuangan
dalam bisnis. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab setiap pengusaha untuk membuat
pembukuan transaksi yang berlangsung.
Sekarang ini tidak perlu repot lagi
mencatat keuangan perusahaan karena sudah ada aplikasi untuk membantu
pencatatan keuangan secara digital yaitu dengan menggunakan BukuWarung.
BukuWarung memiliki banyak fungsi seperti pencatatan pengeluaran dan pemasukan,
perhitungan stok, cek ongkir, bahkan bisa dijadikan sebagai kasir.
Deskripsi : cek ongkir, pencatatan
pendapatan, pengeluaran, perhitungan aset, perencanaan usaha semuanya bisa
dibantu oleh aplikasi BukuWarung.
Reviewed by Admin
on
20.56
Rating:

Tidak ada komentar: